PERMOHONAN DANA OPERASIONAL BADAN WAKAF INDONESIA (BWI) PERWAKILAN KOTA TANGERANG TA. 2020

Nama (Individu atau Organisasi): Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Tangerang

Alamat: Jl. Satria Sudirman Kel. Suka Asih Kec. Tangerang Kota Tangerang 15111

Latar Belakang:
Undang- Undang Republik Indonesia nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf telah memuat beragam aturan formal yang menjadi landasan dalam pengembangan wakaf di Indonesia. Disamping itu telah ditetapkan suatu badan yang menjadi naungan semua lembaga kenazhiran yang ada ditanah air. Lembaga wakaf yang berperan secara nasional ini disebut Badan Wakaf Indonesia (BWI). Badan Wakaf Indonesia (BWI) merupakan lembaga independent yang dibentuk oleh pemerintah untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. Badan Wakaf Indonesia (BWI) ini berkedudukan di ibu kota negara dan dapat dibentuk perwakilan di Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan surat keputusan Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, nomor: 0051/PBWI-KS/XI/2014, mengamanatkan kepada kantor Kementerian Agama Kota Tangerang untuk segera membentuk perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), dalam rangka mempercepat pemberdayaan dan pengembangan wakaf yang ada di Kota Tangerang. Wakaf merupakan potensi dan aset umat Islam yang cukup besar dan dapat didayagunakan bagi upaya menyelamatkan puluha juta umat dari kemiskinan, namun sampai saat ini masih banyak tanah wakaf yang belum dikelola dan diberdayakan dengan sistem manajemen profesional dan amanah. Terkait bidang tugas ini, khususnya tugas Pemerintah Kota Tangerang dan Kantor Kementrian Agama Kota Tangerang maka penting untuk dapat: 1. Meningkatkan profesionalitas dan keamanahan nazhir dalam pengelolaan dan pengembangan harta wakaf; 2. mampu mengembangkan wakaf melalui program - program pemberdayaannya maupun dari segi penghimpunan dana atau tanah wakaf. 3. Meningkatkan kegiatan persertipikatan tanah wakaf; 4. Memprioritaskan penyelesaian persertipitakan tanah wakaf yang permohonannya telah diajukan ke kantor pertanahan; 5. Meningkatkan kesaradaran dan kemauan masyarakat untuk berwakaf; 6. Mengkoordinasi dan membina nazhir wakaf; 7. Menertibkan pengadministrasian harta benda wakaf; Namun selama ini belum berjalan optimal, kondisi tersebut dikarenakan adanya beberapa penyebab, antara lain: 1. Sosialisasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) terhadap masyarakat yang belum paham mengenai definisi maupun tatacara berwakaf, sehingga kadang para wakif yang ingin berwakaf menjadi enggan berwakaf karena tidak tahu tata cara berwakaf; 2. Implikasinya benyak harta wakaf yang kurang terurus dan bahkan masih ada yang belum dimanfaatkan, sehingga dalam berbagai kasus harta wakaf tidak terpelihara, terlantar atau beralih ke tangan pihak ketiga, hal ini disebabkan karena kelalaian atau ketidakmampuan nazhir dalam mengelola dan mengembangkan benda wakaf; 3. Jumlah anggaran bantuan sertipikasi tanah wakaf yang belum memadai, dan kebutuhan biaya proses penertiban sertipikasi yang berbeda-beda; 4. perwakafan dilakukan atas dasar ibadah, keikhlasan dan keridhaan semata, serta menurut tatacara adat setempat tanpa didukung data otentik dan surat-surat keterangan; 5. belum tergalinya potensi kerjasama antar stakeholder perwakafan.

Maksud dan Tujuan:
Terwujudnya lembaga independent yang dipercaya masyarakat, mempunyai kemampuan dan integritas untuk mengembangkan perwakafan nasional dan internasional Menjadikan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga profesional yang mampu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan pemberdayaan masyarakat

Tanggal Masuk Proposal:
Apr 30, 2019

Proposal Proyek

Tahap: Rekomendasi Dana oleh SKPD

Keterangan SKPD:
mememnuhi persyaratan

Keterangan Walikota:
Disposisi Bpk.Walikota : Yth.Asda 2

Tanggal Masuk LPJ:
-

Nilai Rekomendasi TAPD:-

Persetujuan Walikota:

Rencana Penggunaan Dana

Dana Proposal Disetujui
RAB BWI 2020 Rp. 1.992.251.000,- Rp. 0,-
Total Rp. 1.992.251.000,- Rp. 0,-

Komentar