Dana Hibah FORMI 2019

Nama (Individu atau Organisasi): FORMI KOTA TANGERANG

Alamat: RSI Sari Asih Ar-Rahmah Jl. K.S. Tubun No. 44 Koang Jaya Karawaci Kota Tangerang

Latar Belakang:
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merubah perkembangan jaman yang semakin maju, modern dan dinamis. Tatanan kehidupan masyarakat juga mengalami perubahan yang mendasar akibat dari pola dan pikiran hidup manusia. Perubahan tersebut dalam kenyataannya telah banyak memberikan kemudahan dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Namun seiring dengan itu, kemajuan teknologi secara tidak langsung telah membawa suatu ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri. Modernisasi teknologi yang ditandai dengan berkembangnya sarana komputerisasi, telah dan akan menimbulkan perubahan perilaku kehidupan masyarakat, yang semula aktif berolahraga dan rajin bergerak, menjadi pasif dan malas bergerak. Kondisi ini merupakan ancaman yang disadari dan dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan. Menurunnya aktivitas berolahraga akan berdampak kepada kesehatan dan kebugaran serta timbulnya berbagai penyakit. Kesadaran masyarakat akan hal ini, menimbulkan hasrat untuk merubah dan mencari berbagai kegiatan untuk bergerak aktif, berkreasi dan berolahraga sebagai alternative pilihan. Semakin lama semakin disadari dan menjadi "tren" untuk merubah pola hidup masyarakat agar lebih sehat, bugar dan terhindar dari berbagai penyakit. Dalam kaitan itu, olahraga merupakan sarana yang ampuh dan efektif untuk dapat mencegah dan mengatasi persoalan tersebut. Sebagaimana yang tertuang didalam buku "Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Masyarakat", yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Olahraga Direktorat Olahraga Masyarakat, tahun 2002 menyebutkan bahwa salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam berolahraga adalah mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Masyarakat yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang prima akan memiliki produktivitas kerja yang tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nasional. Kondisi masyarakat yang demikian merupakan modal dasar yang sangat kuat dan diperlukan untuk melanjutkan pembangunan nasional. Dalam kaitan itu, olahraga merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kesegaran jasmani masyarakat. Olahraga yang dimaksud merupakan olahraga dalam bentuk sederhana dan beragam. Aktivitas yang dilakukan lebih bersifat bermain, spontan, dan tidak terlalu mengikat, dalam arti tidak dimaksudkan untuk meraih prestasi tinggi, serta tidak terlalu diatur oleh aturan main yang ketat. Dengan kata lain. Dikategorikan sebagai olah raga untuk mengisi waktu luang (life time sport) yang dapat berbentuk berlari, berjalan dan berlari (jogging), senam aerobic, dan kegiatan lainnya, seperti tennis lapangan, golf, panahan, dan bersepeda, yang bertujuan mengembangkan kesegaran jasmani, sikap sosial, mental, dan keterampilan lainnya. Olahraga yang memiliki ciri khas di atas lebih dikenal dengan sebutan olahraga masyarakat. Namun demikian, semenjak Undang-Undang No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) diberlakukan, ada perubahan sebutan yang semula dikenal dengan nama "olahraga masyarakat" menjadi "olahraga rekreasi". Hal ini, tertuang di dalam pasal 17 yang membagi ruang lingkup olahraga menjadi 3 kegiatan, yaitu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Namun demikian, untuk memudahkan penjabaran lebih lanjut dalam penulisan buku ini, olahraga rekreasi dimaksudakan tetap menggunakan istilah olahraga masyarakat. Karena dalam sub bagian ruang lingkup olahraga ini, terdapat sebutan serupa namun beda pengertian, yaitu sama dengan nama olahraga rekreasi. Olahraga masyarakat ini merupakan salah satu profil atau potret olahraga yang berkembang di masyarakat sebagai pilihan. Ditinjau dari berbagai jenis olahraga yang dikembangkan dalam ruang lingkup olahraga masyarakat, maka masyarakat dapat memilihnya. Berbagai lapisan masyarakat, dari usia balita sampai dengan manula, dapat mengikutinya. Bahkan, pada UU No. 3 tentang SKN telah diatur dengan jelas, khususnya pada pasal 19 yang berbunyi (1) Olahraga rekreasi (olahraga masyarakat) dilakukan sebagai bagian proses pemulihan kembali kesehatan dan kebugaran; (2) Olahraga rekreasi (olahraga masyarakat) dapat dilaksanakan oleh setiap orang, satuan pendidikan, lembaga, perkumpulan, atau organisasi olahraga; (3) Olahraga rekreasi (olahraga masyarakat) sebagai mana dimaksud bertujuan memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani, dan kegembiraan, membangun hubungan sosial dan/atau melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan nasional; (4) Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat berkwajiban menggali, mengembangkan, dan memajukan olahraga rekreasi; (5) Setiap orang yang menyelenggarakan olahraga masyarakat tertentu yang mengandung resiko terhadap kelestarian lingkungan, keterpeliharaan sarana, serta keselamatan dan kesehatan, wajib menaati ketentuan dan prosedur yang ditetapkan sesuai dengan jenis olahraga, dan menyediakan instruktur atau pemandu yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenis olahraga; (6) Olahraga rekreasi (olahraga masyarakat) sebagaimana dimaksud harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh perkumpulan atau organisasi olahraga. Olahraga masyarakat dilakukan sebagai bagian proses pemulihan kembali kesehatan dan kebugaran. Hal ini lebih dijelaskan dalam sebuah system bahwa masyarakat sebagai input, kegiatan olahraga masyarakat adalah sebuah proses, sedangkan kesehatan dan kebugaran adalah hasil yang dicapai. Pada pelaksanaan proses tersebut, masyarakat dapat memilih beragam jenis olahraga masyarakat yang sesuai dengan kegemarannya. Dalam hal ini, olahraga masyarakat terbagi dalam 4 kelompok besar, yaitu olahraga massal, olahraga tradisional, olahraga rekreasi, olahraga khusus dan rehabilitasi. Olahraga rekreasi (olahraga masyarakat) dapat dilaksanakan oleh setiap orang, satuan pendidikan, lembaga, perkumpulan, atau organisasi olahraga. Tentunya, pernyataan ini bukan merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin, mengingat ruang lingkup yang terkandung di dalam olahraga masyarakat ini bukan merupakan olahraga yang sulit untuk diikuti.

Maksud dan Tujuan:
Maksud : Terwujudnya masyarakat Kota Tangerang yang sehat, bugar, gembira, berkualitas dan berkarakter kebangsaan. Tujuan : 1. Menanamkan gaya hidup sehat dan kegemaran berolah raga rekreasi masyarakat sejak usia dini secara teratur. 2. Menyebar luaskan olah raga rekreasi masyarakat ke pelosok Kota tangerang ke segenap lapisan. 3. Meningkatkan kualitas masyarakat dan kebugaran jasmani masyarakat Kota Tangerang. 4. Menggali, melestarikan dan mengembangkan olah raga tradisional yang berbasis nilai-nilai Budaya Nusantara. 5. Membangun jejaringan kerja sama dengan berbagai lembaga dan instansi yang terkait dengan pengembangan olah raga rekreasi masyarakat.

Tanggal Masuk Proposal:
Apr 27, 2018

Proposal Proyek

Tahap: Verifikasi Proposal oleh TAPD

Keterangan SKPD:

Keterangan Walikota:
Didisposisikan kepada Sekretariat Daerah Proses sesuai ketentuan

Tanggal Masuk LPJ:
-

Nilai Rekomendasi TAPD:-

Persetujuan Walikota:

Rencana Penggunaan Dana

Dana Proposal Disetujui
PROPOSAL DANA HIBAH FORMI KOTA TANGERANG TAHUN 2019 Rp. 2.272.145.000,- Rp. 0,-
Total Rp. 2.272.145.000,- Rp. 0,-

Komentar