KONI KOTA TANGERANG

Nama (Individu atau Organisasi): KONI KOTA TANGERANG

Alamat: Jl.Daan Mogot No.69

Latar Belakang:
Dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat, pepatah ini begitu menguatkan pola pikir sebagian besar manusia yang menganggap bahwa olah raga adalah merupakan bagian penting yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan manusia. Olah gerak dan Olah jiwa diyakini oleh banyak orang telah mampu membangkitkan perbaikan dalam kualitas hidup seseorang, berfikir mejadi lebih jernih, memiliki badan yang sehat, dan berpengaruh juga terhadap mentalitas kejiwaan seseorang. Dalam konteks pelaksanaan olah raga yang lebih luas maka berolah raga telah mampu pula meningkatkan persaudaraan diantara para pelaku olah raga, mereka berkompetisi akan tetapi dengan semangat yang sportif. Memperlihatkan sebuah dinamika kehidupan yang sangat dinamis. Olah raga juga mampu meningkatkan persatuan dan kesatuan sebuah bangsa terutama jika dipertandingkan dalam kancah internasional. Perkembangan olahraga di Indonesia saat ini memberikan kemajuan yang berarti dengan lainnya Undang-undang keolahragaan nasional. Undang-undang ini diharapkan mampu mengakomodir semua sistem dan kebijakan tentang keolahragaan nasional, sehingga mampu memberikan kemajuan bagi olahraga nasional. Berdasarkan Undang-undang Republika Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menerangkan bahwa Keolahragaan Nasional adalah “Keolahragaan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai keolahragaan, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perkembangan olahraga. Dalam UU tersebut telah dijelaskan dan diatur secara rinci tentang pedoman dan tatanan sistem keolahragaan nasional, ruang lingkup olahraga secara keseluruhan sehingga diharapkan pelaksanaan aktivitas olahraga dapat berjalan dengan baik. Dalam Undang – Undang tersebut dijelaskan juga tentang ruang lingkup olahraga yang meliputi ; 1. Olahraga pendidikan, 2. Olahraga rekreasi dan 3. Olahraga prestasi. Ruang lingkup olahraga tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam pelaksanan pengembangan olahraga berdasarkan karakteristik dan tujuan olahraga itu sendiri sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik, sebagai contoh pelaksanaan mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) di sekolah-sekolah merupakan implementasi dalam olahraga pendidikan, pelaksanaan PELATNAS, PELATDA dalam mempersiapkan keikutsertaan Indonesia acara multi event seperti OLIMPIADE, ASEAN GAMES, SEA GAMES, PON, bahkan PORPROV merupakan langkah-langkah yang dilakukan guna memberikan prestasi yang maksimal dalam pelaksanaan olahraga prestasi. Untuk mempermudah pengawasan dan pelaksanaannya berdasarkan Undang-undang No.3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional di jelaskan dalam bab VII pengelolaan olahraga Pasal 36 : (1) Induk oraganisasi cabang olahraga sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 membentuk suatu komite olahraga nasional, (2) Pengorganisasian komite nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sitetapkan oleh masyarakat yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, (3) Induk organisasi cabang olahraga dan komite olahraga nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat mandiri. (4) Komite olahraga nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mempunyai tugas : a. Membantu pemerintah dalam membuat kebijakan nasional dalam bidang pengelolaaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi pada tingkat nasional; b. mengorganisasi induk organisasi cabang olahraga, organisasi olahraga fungsional, serta komite olahraga provinsi dan komite olahraga kabupaten/ kota; c. melaksanakan pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi berdasarkan kewenangannya; dan d. melaksanakan dan mengorganisasi kegiatan multikejuaraan olahraga tingkat nasional. Pembentukan induk-induk olahraga ini dimaksudkan untuk mengatur olahraga prestasi berdasarkan kecabangannya, sehingga masing-masing cabang memiliki induk organisasi masing-masing. Induk dari keseluruhan organisasi kecabangan olahraga adalah KONI dan KOI. Kebijaksanaan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga adalah merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia yang ditujukan kepada peningkatan kesehatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, memupuk watak, disiplin sporttivitas serta pengembangan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional, mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Struktuk bangunan pembinaan Kota Tangerang mengacu pada teori House of Sport, Geoff Cook membagi struktur pembinaan keolahragaan, baik dalam konteks pendidikan, rekreasi maupun prestasi. Basis pembangunan olahraga berakar pada lingkungan keluarga, pendidikan formal di lingkungan persekolahan, dan masyarakat secara luas.Setiap keluarga dipandang penting memahami agar olah raga dijadikan sebagai bagian hidup sehari-hari.

Maksud dan Tujuan:
1. Sebagai wadah penyaluran minat dan bakat atlet di bidang olah raga. 2. Membantu mengembangkan bakat remaja dan warga Kota Tangerang dalam bidang olahraga guna mencapai prestasi dan prestise. 3. Menumbuh kembangkan jiwa sportivitas olahraga dalam diri atlet. 4. Mengikis pengaruh negative yang terjadi pada diri Masyarakat Olahraga Kota Tangerang agar kembali bersemangat untuk meraih prestasi yang maksimal. 5. Memberikan pendidikan dan contoh positif dari para atlet yang bertanding untuk Masyarakat Kota Tangerang 6. Meningkatkan Prestasi Atlet Kota Tangerang dalam Kejuaraan Daerah, Kejuaraan Nasional dan International Tujuan 1. Menciptakan generasi muda yang sehat, kuat dengan keterampilan yang berkualitas. 2. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dalam rangka pendidikan dan pelatihan. 3. Meningkatkan kemampuan atlet dalam pencapaian prestasi. 4. Mempererat tali silaturahmi dari seluruh atlet. 5. Untuk mengetahui kemampuan atlet sebagai hasil pembinaan dan pelatihan. 6. Sebagai tolok ukur keberhasilan suatu pembinaan masing-masing Pengcab dalam membina SDM dan Atlet di Kota Tangerang

Tanggal Masuk Proposal:
Apr 25, 2018

Proposal Proyek

Tahap: Verifikasi Proposal oleh TAPD

Keterangan SKPD:
Rekomendasi Hibah Tahun 2019 sudah di evaluasi oleh Tim Hibah SKPD

Keterangan Walikota:
Didisposisikan kepada Sekretariat Daerah Proses sesuai ketentuan

Tanggal Masuk LPJ:
-

Nilai Rekomendasi TAPD:-

Persetujuan Walikota:

Rencana Penggunaan Dana

Dana Proposal Disetujui
PROPOSAL DANA HIBAH KONI KOTA TANGERANG TAHUN 2019 Rp. 39.759.297.520,- Rp. 0,-
Total Rp. 39.759.297.520,- Rp. 0,-

Komentar